Tahukah kamu bahwa aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025 kini didukung oleh ratusan penelitian ilmiah yang membuktikan manfaatnya untuk perkembangan kognitif anak? Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal peer-reviewed tahun 2024, anak-anak yang bermain dengan mainan konstruksi seperti Lego menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan matematika di tahun-tahun sekolah menengah mereka.
Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan mulai menaruh perhatian serius pada pendidikan usia dini. Berdasarkan data dari ANTARA News (November 2024), pemerintah mengalokasikan Rp 5,1 triliun untuk PAUD dalam APBN 2026—sebuah komitmen besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia. Sementara itu, data BPS 2024 menunjukkan tingkat partisipasi anak usia 5-6 tahun dalam program pendidikan usia dini mencapai 74,15 persen.
Manfaat Kognitif Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025 yang Terbukti Secara Ilmiah

Penelitian dari Play Included yang melibatkan lebih dari 600 Brick Clubs di seluruh dunia pada tahun 2024 mengungkapkan temuan menggembirakan: 85% anak melaporkan merasa senang saat mengikuti sesi Lego, dan 91% merasa bahagia saat hadir dalam aktivitas tersebut. Yang lebih penting, 99% fasilitator mengamati perubahan positif dalam perkembangan sosial anak-anak.
Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah 2024, berikut manfaat terverifikasi dari aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025:
Kemampuan Matematika Studi yang diterbitkan tahun 2024 menemukan bahwa anak-anak yang bermain dengan set Lego kompleks di usia prasekolah menunjukkan kesuksesan matematika yang lebih tinggi di tahun-tahun sekolah menengah. Ini karena bermain konstruksi melatih kemampuan visuospatial yang secara langsung berkorelasi dengan kemampuan matematika.
Perkembangan Otak Kritis Menurut penelitian yang dipublikasikan Children’s Museum of Sonoma County (Juli 2024), 90% pertumbuhan otak terjadi sebelum usia lima tahun. Bermain dengan Lego memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan otak di fase kritis ini.
Keterampilan Sosial dan Komunikasi Program LEGO-based therapy yang dikembangkan Carnegie Mellon University (2024) menemukan bahwa anak-anak dengan autisme atau ADHD yang mengikuti program Brick-by-Brick menunjukkan peningkatan dalam:
- Kemampuan komunikasi
- Keterampilan emosional
- Kepercayaan diri
- Kemampuan bekerja sama
Penelitian yang dipublikasikan di PMC (November 2024) pada 18 anak dengan ASD menunjukkan bahwa LEGO®-based therapy efektif meningkatkan perilaku sosial dan kesehatan mental anak.
“Bermain kolaboratif dengan brick LEGO memberikan anak-anak kesempatan sempurna untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain.” – LEGO Foundation Research, 2024
Fine Motor Skills Bermain dengan blok Lego memerlukan koordinasi tangan-mata yang presisi. Anak-anak harus memanipulasi potongan-potongan kecil dengan hati-hati, yang melatih otot-otot kecil di tangan dan jari mereka—fondasi penting untuk keterampilan menulis, mengetik, dan menggambar di masa depan.
Program Brick-by-Brick® 2024: Metode Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025 yang Telah Mencapai 26 Negara

Program Brick-by-Brick® dari Play Included telah berkembang pesat di tahun 2024, mencapai 26 negara di enam benua. Program ini membuktikan bahwa aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025 bukan sekadar mainan, tetapi metode pembelajaran terstruktur dengan hasil terukur.
Data Dampak Program 2024:
- Lebih dari 600 Brick Clubs diselenggarakan secara global
- Diperkirakan 2.000 anak di seluruh dunia terlayani tahun ini
- 99% fasilitator mengamati perkembangan positif pada anak
- Program fokus pada anak neurodivergent dan dengan ADHD
Apa yang Anak-Anak Katakan: Berdasarkan Summer Impact Survey 2024 dari Play Included, anak-anak yang berpartisipasi memberikan feedback positif:
- “Saya merasa lebih bahagia dan lebih ramah”
- “Saya lebih kreatif sekarang—saya menikmati freestyle building dan bersenang-senang bersama”
- Banyak anak mengungkapkan kebanggaan terhadap kreasi LEGO mereka
- Beberapa meminta untuk membawa pulang atau memajang karya mereka di sekolah
Komponen Kunci Program:
- Play Terstruktur dan Free Play – Kombinasi mengikuti instruksi dan bermain bebas
- Pembangunan Keterampilan Sosial – Kerja sama tim, berbagi, komunikasi
- Dukungan untuk Neurodiversity – Khusus dirancang untuk anak dengan autisme, ADHD, dan kebutuhan khusus lainnya
Penelitian awal dari LeGoff & Sherman (2006) dan Owens et al. (2008) menunjukkan bahwa manfaat dari LEGO-based therapy bertahan dalam jangka panjang, dengan peningkatan interaksi sosial di luar sesi terapi.
Pelajari lebih lanjut tentang pendekatan kreatif lainnya di Innato Noyan
LEGO Group Investasi USD 1 Juta untuk Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025 di Indonesia

Pada Mei 2024, LEGO Group mengumumkan komitmen yang signifikan untuk pasar Indonesia, menunjukkan bahwa aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025 mendapat dukungan serius dari perusahaan global.
Ekspansi Retail di Indonesia:
- Saat ini: 20 toko fisik dan 4 toko e-commerce resmi
- Target akhir 2024: 26 toko di 7 kota
- Tersedia di platform: Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli (official stores)
- LEGO Certified Store tersebar di berbagai kota besar
Investasi Pendidikan dan Sosial: LEGO Group berkomitmen lebih dari USD 1 juta untuk mendukung inisiatif yang memberikan akses lebih besar ke pengalaman Learning Through Play. Hingga Februari 2024:
- Lebih dari 17.450 anak di 100 sekolah telah mendapat manfaat
- Program dilakukan dengan organisasi lokal dan global
- Fokus pada anak-anak kurang beruntung
Kolaborasi dengan UNICEF: Pada November 2024, LEGO Group bersama UNICEF meluncurkan RITEC (Responsible Innovation in Technology for Children) Design Toolbox. Penelitian melibatkan lebih dari 750 anak di seluruh dunia dan mengidentifikasi 8 hasil kesejahteraan anak yang berpusat pada anak, termasuk otonomi, kreativitas, dan keamanan.
Ketersediaan di Pasar Indonesia: Berdasarkan data e-commerce Indonesia 2024:
- Tokopedia dan Shopee menjadi platform utama penjualan Lego
- Official stores menawarkan garansi resmi 2 tahun
- Berbagai promo dan diskon tersedia sepanjang tahun
- Ada LEGO Certified Store di Grand Indonesia dan lokasi lainnya
Cara Memilih Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025 Berdasarkan Usia

Penelitian dari jurnal Frontiers in Psychology (2024) menekankan pentingnya memilih aktivitas spatial yang sesuai dengan kelompok usia anak. Berikut panduan berbasis penelitian untuk aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025:
Usia 18 Bulan – 3 Tahun: LEGO DUPLO Tahap Sensory Motor Stage menurut Piaget—periode pertumbuhan kognitif cepat di mana anak mengembangkan 5 indera melalui gerakan dan pengalaman.
Aktivitas yang Tepat:
- Stacking sederhana (menyusun balok)
- Pengenalan warna dasar
- Bangunan sederhana (menara, dinding)
- Bermain dengan figur hewan dan karakter
Manfaat yang Terbukti:
- Latihan pincer grip (koordinasi jari)
- Pengenalan warna dan bentuk
- Koordinasi tangan-mata
Usia 3-5 Tahun: Transisi DUPLO ke LEGO Classic 24 bulan pertama adalah fase krusial untuk mengembangkan spatial relationship. Anak mulai lebih sadar akan tubuh dan lingkungan mereka.
Aktivitas yang Tepat:
- Mengikuti instruksi sederhana
- Membangun struktur dengan tujuan (rumah, mobil)
- Pattern recognition (pola ABCD-ABCD)
- Bermain peran dengan kreasi mereka
Manfaat yang Terbukti:
- Kemampuan mengikuti instruksi
- Pengembangan imajinasi
- Keterampilan problem-solving dasar
Usia 5-8 Tahun: LEGO Classic dan Themed Sets Anak mulai berpikir lebih logis dan dapat menangani instruksi yang lebih kompleks.
Aktivitas yang Tepat:
- Set dengan instruksi 50-200 pieces
- Themed sets (City, Friends, dll)
- Modifikasi dari instruksi resmi
- Proyek kolaboratif dengan teman
Manfaat yang Terbukti:
- Peningkatan konsentrasi dan fokus
- Planning skills
- Kreativitas dalam modifikasi
Usia 8+ Tahun: LEGO Education dan Robotika Mulai dapat memahami konsep STEM yang lebih kompleks.
Aktivitas yang Tepat:
- LEGO Education SPIKE Essential
- Set dengan 500+ pieces
- Integrasi dengan coding dasar
- Proyek engineering sederhana
Manfaat yang Terbukti:
- Logical thinking
- Pemahaman mekanika dasar
- Keterampilan computational thinking
7 Tips Implementasi Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025 Berdasarkan Penelitian 2024
Berdasarkan temuan dari penelitian Play Included 2024 dan riset akademik terkini, berikut strategi implementasi aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025 yang terbukti efektif:
1. Kombinasikan Structured Play dan Free Play Penelitian LEGO Foundation dengan Australian Council for Educational Research menemukan bahwa kombinasi bermain terstruktur (mengikuti instruksi) dan free play (bebas berkreasi) menghasilkan lingkungan pembelajaran yang kuat.
Rasio yang Direkomendasikan:
- 40% Structured play (mengikuti instruksi)
- 60% Free play (kreasi bebas)
2. Konsistensi adalah Kunci Data dari Play Included 2024 menunjukkan bahwa sesi rutin menghasilkan dampak lebih besar daripada sesi sporadis.
Rekomendasi:
- 2-3 sesi per minggu
- Durasi 30-45 menit per sesi
- Jadwal tetap di waktu yang sama
3. Lingkungan yang Mendukung Penelitian tentang spatial development (2024) menekankan pentingnya home spatial environment.
Yang Perlu Disiapkan:
- Area khusus untuk bermain Lego
- Penyimpanan yang mudah diakses anak
- Pencahayaan yang baik
- Display area untuk karya anak
4. Bermain Bersama Tanpa Mendominasi Studi tentang parental involvement menemukan bahwa keterlibatan orang tua yang supportif (bukan dominan) meningkatkan kreativitas anak.
Peran Orang Tua yang Ideal:
- Bertindak sebagai “asisten” bukan “pemimpin”
- Ajukan pertanyaan terbuka: “Apa yang ingin kamu buat?”
- Biarkan anak memecahkan masalah sendiri
- Rayakan proses, bukan hanya hasil
5. Integrasikan dengan Storytelling Penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan konstruksi dengan narasi meningkatkan kemampuan bahasa dan kreativitas.
Cara Implementasi:
- Minta anak menceritakan tentang kreasinya
- Buat cerita bersama tentang karakter Lego
- Dokumentasikan dalam video atau foto
6. Gabungkan dengan Konsep Akademik LEGO Foundation research menunjukkan bahwa bermain dengan tujuan (purposeful play) mendukung pembelajaran di semua usia.
Konsep yang Dapat Diintegrasikan:
- Matematika: counting, pattern, symmetry
- Sains: balance, gravity, structure
- Seni: color theory, composition
- Bahasa: deskripsi, narasi
7. Bergabung dengan Komunitas Play Included 2024 mencatat bahwa anak-anak dalam Brick Clubs menunjukkan perkembangan sosial yang lebih baik.
Pilihan Komunitas:
- Brick Clubs lokal
- Workshop di toko LEGO Certified Store
- Online communities untuk berbagi kreasi
- Kompetisi dan pameran Lego
Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025 dalam Konteks Pendidikan Indonesia
Di Indonesia, integrasi mainan edukatif seperti Lego dalam pendidikan anak usia dini mulai mendapat perhatian serius. Beberapa institusi pendidikan telah memulai implementasi dengan hasil positif.
Perkembangan PAUD di Indonesia: Menurut laporan Jakarta Post (Juli 2024), Indonesia menghadapi tantangan dalam pendidikan anak usia dini dibandingkan negara tetangga. Namun, pemerintah menunjukkan komitmen serius:
- Alokasi Rp 5,1 triliun untuk PAUD di APBN 2026
- Tingkat partisipasi anak usia 5-6 tahun: 74,15% (BPS 2024)
- Fokus pada akses pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal)
Program Lego di Universitas Indonesia: Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pernah menyelenggarakan lomba menyusun Lego untuk Anak Usia Dini dengan 78 peserta. Program Studi PG-PAUD menggunakan aktivitas Lego untuk:
- Mengasah kecepatan berpikir
- Melatih ketepatan menyusun
- Mengembangkan kognitif dan motorik halus
Penelitian Lokal: Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Islamic Education for Early Childhood (2025) mengkaji “Pengaruh Permainan Lego Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini,” menunjukkan minat akademik terhadap aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025.
Program Bricks 4 Kidz Indonesia: Bricks 4 Kidz menawarkan program berbasis LEGO di Indonesia yang mencakup:
- Preschool programs
- After-school programs
- Holiday camps
- Field trips untuk sekolah
Program ini mengintegrasikan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) melalui aktivitas LEGO yang menyenangkan dan edukatif.
Pertimbangan Budget untuk Aktivitas Lego Build Anak Belajar Sambil Bermain Kreatif 2025
Berdasarkan ketersediaan di pasar Indonesia tahun 2024, berikut panduan realistis untuk memulai aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025:
Starter Sets (Rp 100.000 – Rp 300.000)
- LEGO DUPLO My First Set (untuk usia 18+ bulan)
- LEGO Classic Medium Creative Brick Box
- Tersedia di Tokopedia, Shopee, Blibli
Keuntungan:
- Investasi awal terjangkau
- Cukup untuk memulai
- Dapat ditambah bertahap
Mid-Range Sets (Rp 300.000 – Rp 700.000)
- LEGO Classic Large Creative Brick Box
- LEGO DUPLO Number Train
- Themed sets sederhana (City, Friends)
Keuntungan:
- Lebih banyak pieces untuk eksplorasi
- Lebih banyak variasi warna dan bentuk
- Nilai main lebih lama
Premium Educational Sets (Rp 700.000+)
- LEGO Education SPIKE Essential
- Set kompleks dengan 500+ pieces
- Themed sets besar
Keuntungan:
- Integrasi dengan teknologi (coding)
- Digunakan di sekolah internasional
- Nilai edukasi tertinggi
Tips Hemat:
- Mulai dengan Classic sets yang versatile
- Manfaatkan promo di official stores (Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli)
- Pertimbangkan sets bekas dalam kondisi baik
- Investasi bertahap sesuai perkembangan anak
Penting: Pastikan membeli produk resmi dengan sertifikasi SNI untuk keamanan anak. Official stores LEGO Indonesia memberikan garansi 2 tahun.
Baca Juga Cerita Boneka Wayang Kain DIY 2025
Investasi Berbasis Sains untuk Masa Depan Anak
Dari berbagai penelitian ilmiah yang telah dipaparkan, jelas bahwa aktivitas Lego build anak belajar sambil bermain kreatif 2025 bukan sekadar tren parenting, melainkan metode pembelajaran yang didukung oleh ratusan studi peer-reviewed dan program global dengan hasil terukur.
Fakta Kunci yang Harus Diingat:
- 90% perkembangan otak terjadi sebelum usia 5 tahun
- 99% fasilitator program Brick-by-Brick 2024 melihat perubahan positif
- LEGO Group menginvestasikan USD 1 juta+ untuk pendidikan anak Indonesia
- Program telah mencapai 26 negara dengan 600+ Brick Clubs
- Pemerintah Indonesia mengalokasikan Rp 5,1 triliun untuk PAUD 2026
Langkah Selanjutnya:
- Mulai dengan starter set sesuai usia anak
- Ciptakan rutinitas bermain 2-3x seminggu
- Kombinasikan structured dan free play
- Bergabung dengan komunitas lokal atau online
- Dokumentasikan progress untuk motivasi
Yang terpenting, ingatlah bahwa tujuan utama adalah proses pembelajaran melalui bermain, bukan kesempurnaan hasil akhir. Biarkan anak mengeksplorasi, gagal, dan mencoba lagi—itulah fondasi penting untuk resiliensi dan kreativitas di masa depan.
Dari berbagai fakta penelitian di atas, mana yang paling relevan dengan kondisi anakmu saat ini? Atau apakah kamu tertarik untuk memulai program Brick-by-Brick di komunitas lokalmu? Mari kita diskusikan di kolom komentar! 🧱✨
Sumber Referensi Utama:
- Play Included Summer Impact Survey 2024
- LEGO Foundation & UNICEF RITEC Research (November 2024)
- PMC: LEGO-Based Therapy Study (November 2024)
- Carnegie Mellon University Brick-by-Brick Program (2024)
- ANTARA News: Government PAUD Budget (November 2024)
- BPS Indonesia Education Data (2024)


