Berdasarkan ProSpace Research Institute, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada 2026, menandai pertumbuhan signifikan di era transformasi digital. Di tengah proyeksi ekonomi digital Indonesia yang mencapai USD 130-150 miliar pada akhir 2026, kebutuhan talenta digital semakin mendesak. Kids Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation hadir sebagai solusi pelatihan coding gratis yang telah merangkul 6.094 murid SMK dan menghasilkan 10.295 sertifikasi industri hingga 2025.
Direktorat SMK Kemendikdasmen melaporkan bahwa Indonesia membutuhkan 23 juta tenaga kerja digital untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang mencapai USD 600 miliar pada 2030. Program ini menjadi langkah strategis mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi era kecerdasan buatan.
Apa Itu Kids Coding Camp 2026?

Berdasarkan informasi resmi dari DBS Foundation dan Dicoding, Kids Coding Camp 2026 adalah program pelatihan teknologi informasi yang dirancang dengan standar tinggi untuk mempersiapkan lulusan dengan keterampilan yang siap diterapkan dalam dunia kerja. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Yayasan Dicoding Indonesia yang telah berjalan konsisten sejak 2022.
Menurut Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, program ini menargetkan 70.000 peserta dari seluruh Indonesia pada tahun 2026, dengan murid dan guru SMK menjadi salah satu target utama. Program ini mencerminkan bentuk nyata penguatan pendidikan vokasi yang sangat dibutuhkan untuk mengarungi hidup di era digital.
Komponen Program Kids Coding Camp 2026
1. Pembelajaran Mandiri (Self-Paced)
- 70.000 kuota untuk kelas dasar dan menengah
- Dapat diakses kapan saja dan di mana saja secara online
- Fleksibel sesuai kecepatan belajar masing-masing
2. Program Intensif
- 2.400 peserta terpilih
- Pembelajaran ±946 jam (Februari-Juli 2026)
- Setara dengan program Studi Independen
3. Three Learning Paths
- AI Engineer
- Data Scientist
- Full-Stack Web Developer
4. Sertifikasi Industri
- Program telah menghasilkan 10.295 sertifikasi industri hingga 2025
- Diakui oleh industri teknologi nasional
5. Konversi SKS
- Berpotensi dikonversi ke Satuan Kredit Semester
- Sesuai kebijakan kampus masing-masing
💡 Insight: Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan pilar keberlanjutan bank untuk mewujudkan visi ‘Best Bank for A Better World’, sementara CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menekankan bahwa program ini menargetkan untuk mencetak talenta digital yang dapat berpikir kreatif, kolaboratif, dan menjadi problem-solver agar relevan dengan kebutuhan industri.
Kenapa Kids Coding Camp 2026 Penting untuk Anak?

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal EMPATI Universitas Diponegoro, penggunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan anak usia sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar dengan meningkatkan personalisasi dan menyediakan sumber daya yang interaktif. Namun, penelitian juga menekankan pentingnya pengelolaan teknologi ini dengan bijak oleh pendidik.
Data Ekonomi Digital Indonesia 2026
Berdasarkan laporan ProSpace Research Institute, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada 2026, dengan pertumbuhan 25% dari valuasi saat ini. Sektor e-commerce terus memimpin dengan kontribusi 40% pangsa pasar di ASEAN mencapai USD 77 miliar pada 2023.
(Sumber: Kompas.id, 2025)
Menurut Direktorat SMK Kemendikdasmen, dengan pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diproyeksikan mencapai USD 600 miliar pada 2030, Indonesia masih membutuhkan setidaknya 23 juta tenaga kerja digital untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Kebutuhan ini menciptakan urgensi untuk mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan digital sejak dini.
Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pelajaran coding dan Artificial Intelligence telah resmi masuk dalam kurikulum 2025-2026 sebagai mata pelajaran pilihan. Coding akan diperkenalkan secara bertahap:
- SD (kelas 5-6): Berpikir komputasional dan permainan blok visual seperti Scratch
- SMP: Logika pemrograman dasar
- SMA: Bahasa pemrograman berbasis teks seperti Python
Alasan Strategis Kids Coding Camp 2026
1. Kesenjangan Talenta Digital Indonesia membutuhkan 23 juta tenaga kerja digital namun masih menghadapi keterbatasan talenta terampil.
2. Transformasi Kurikulum Coding dan AI resmi masuk kurikulum pendidikan dasar dan menengah mulai tahun ajaran 2025-2026.
3. Peluang Ekonomi Ekonomi digital Indonesia tumbuh dari USD 130 miliar (2026) menuju USD 600 miliar (2030).
4. Akses Gratis Program 100% gratis menghapus hambatan finansial dalam mengakses pendidikan teknologi berkualitas.
5. Sertifikasi Industri Peserta mendapatkan sertifikasi yang diakui industri untuk meningkatkan daya saing kerja.
Penelitian dari Jurnal Obsesi tentang manfaat AI pada Pendidikan Anak Usia Dini menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan memberikan pembelajaran yang dipersonalisasi, meningkatkan keterlibatan siswa, dan memberikan umpan balik real-time yang mendukung pembelajaran individual.
Program Pembelajaran Kids Coding Camp 2026

Berdasarkan informasi dari Telkom University, program Coding Camp 2026 dirancang secara komprehensif, mendalam, dan aplikatif, menggabungkan pembelajaran teknis (tech skills) dengan penguatan kompetensi pendukung (soft skills) sehingga lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih matang.
Struktur Pembelajaran Program
Program ini menggunakan kombinasi pembelajaran melalui online self-paced learning untuk materi dasar dan menengah, serta program intensif berdurasi ±946 jam untuk peserta terpilih. Total durasi program intensif berlangsung sekitar 4-5 bulan (Februari-Juli 2026 untuk mahasiswa, Januari-April 2026 untuk SMK).
Tiga Learning Path Unggulan
1. AI Engineer
- Fokus pada pengembangan sistem kecerdasan buatan
- Machine learning dan deep learning
- Disarankan untuk peserta yang telah lulus mata kuliah Matematika Dasar, Kalkulus, dan Statistika
- Topik: Supervised learning, unsupervised learning, neural networks, MLOps
2. Data Scientist
- Mempelajari analisis data dan visualisasi
- Pemodelan prediktif untuk pengambilan keputusan berbasis data
- Statistical analysis dan big data processing
- Tools: Python, pandas, scikit-learn, TensorFlow
3. Full-Stack Web Developer
- Menguasai pengembangan aplikasi web dari front-end hingga back-end
- Teknologi terkini dalam web development
- DevOps engineering dan cloud deployment
- Clean code practices dan testing
Setiap learning path dirancang berbasis kebutuhan industri dan dilengkapi dengan tugas proyek, evaluasi kompetensi, serta Capstone Project sebagai portofolio akhir peserta. Berdasarkan data Direktorat SMK, program telah menghasilkan sertifikasi industri di berbagai bidang seperti back-end developer, devOps engineer, front-end web developer, machine learning engineer, dan full stack web developer.
Kompetensi Pendukung yang Diajarkan
Selain keterampilan teknis, Coding Camp 2026 membekali peserta dengan:
- Soft skills: komunikasi, kolaborasi, dan manajemen proyek
- Personal branding dan pengembangan karir
- Literasi keuangan (Financial Literacy) sebagai syarat administrasi
- Kemampuan problem-solving dan berpikir kritis
Pendekatan ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga siap beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional dan global.
Peserta juga diwajibkan menyelesaikan Capstone Project atau Tugas Akhir berkelompok sebagai tahapan penyelesaian program beasiswa intensif, yang menjadi portofolio untuk memasuki dunia kerja.
Dampak Era AI pada Pendidikan Anak Indonesia

Menurut publikasi Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, teknologi Artificial Intelligence mengalami perkembangan yang masif dan semakin berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia termasuk pendidikan. Kecerdasan buatan mulai mengambil peran dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, menciptakan tantangan dan peluang baru.
🚀 Transformasi Digital Pendidikan
Berdasarkan Republika.co.id (Januari 2026), transformasi digital di Indonesia memasuki fase eksekusi pada 2026 setelah melewati periode eksperimentasi sepanjang 2025. Pemanfaatan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan data science kini bergerak dari tahap uji coba menuju penerapan operasional yang menentukan daya saing.
Penelitian dalam Jurnal EMPATI mengidentifikasi bahwa penggunaan AI dalam pendidikan anak membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya meliputi pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan efisien. Namun, juga membawa risiko ketergantungan dan mengurangi interaksi sosial, sehingga penting bagi pendidik untuk mengelola penggunaan teknologi ini dengan bijak.
Personalisasi Pembelajaran dengan AI
Berdasarkan artikel Universitas Airlangga, salah satu metode AI yang tengah berkembang dalam pendidikan adalah Personalized Learning atau pembelajaran personalisasi. Algoritma AI menganalisis hasil belajar siswa sepanjang masa studi mereka dan mengoptimalkan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Setiap siswa menerima pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kecepatan, gaya, dan cara belajar yang paling efektif.
Manfaat AI dalam Pendidikan Anak
1. Pembelajaran Adaptif Sistem menyesuaikan konten berdasarkan kemajuan dan gaya belajar individual siswa.
2. Umpan Balik Real-Time Siswa mendapat feedback langsung untuk perbaikan pembelajaran.
3. Akses Materi Berkualitas AI membuka peluang akses pendidikan berkualitas di daerah terpencil.
4. Efisiensi Pengajaran Guru dapat fokus pada aspek human-to-human sementara AI menangani aspek administratif.
5. Gamifikasi Pembelajaran Konten multimedia interaktif meningkatkan motivasi anak usia dini.
Tantangan dan Solusi
Penelitian di Artificial Intelligence Center Indonesia menunjukkan tantangan utama implementasi AI dalam pendidikan meliputi keterbatasan akses teknologi, kurangnya pemahaman tentang AI, dan risiko ketergantungan pada teknologi. Solusinya memerlukan investasi infrastruktur, program literasi digital, dan pendampingan orang tua serta guru.
Direktorat Pendidikan Profesi Guru menekankan pentingnya orang tua dan guru dalam membekali, mengawasi, dan mengevaluasi anak-anak dalam rangka menata sistem belajar dan menggunakan teknologi pendidikan secara bijak dan efektif. Anak-anak perlu diberi kesempatan mengeksplorasi dan mempraktekkan keterampilan belajar mandiri dengan dukungan guru.
Cara Daftar Kids Coding Camp 2026 Mudah
Berdasarkan informasi resmi dari Dicoding, seluruh proses pendaftaran Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation dilakukan melalui platform Dicoding. Program ini 100% gratis tanpa biaya pendaftaran atau pembelajaran.
Langkah-Langkah Pendaftaran
Langkah 1: Akses Platform Dicoding Kunjungi website resmi www.dicoding.com/codingcamp/registration menggunakan akun Dicoding. Jika belum punya akun, daftar terlebih dahulu.
Langkah 2: Isi Formulir Pendaftaran Masukkan informasi pribadi dengan lengkap dan akurat. Pastikan mengecek ulang semua data sebelum submit.
Langkah 3: Unduh dan Tandatangani Surat Komitmen Platform akan membuat Surat Komitmen otomatis. Unduh, bubuhkan tanda tangan basah atau digital, lalu simpan untuk langkah berikutnya.
Langkah 4: Lengkapi Assessment Test Selesaikan tes penilaian yang meliputi tes general, teknis, dan kepribadian untuk menentukan kelayakan.
Langkah 5: Ikuti Kelas Financial Literacy Selesaikan kelas Literasi Keuangan sebagai salah satu syarat administrasi.
Langkah 6: Surat Rekomendasi (untuk pelajar/mahasiswa) Isi formulir untuk menghasilkan Surat Rekomendasi yang akan ditandatangani oleh Dosen Pembimbing/Kaprodi/Kepala Sekolah.
Persyaratan Peserta
Persyaratan Umum:
- Dapat diikuti oleh seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia
- Terbuka untuk semua jurusan/fakultas
- Siswa/Mahasiswa Aktif (tidak cuti/tidak dalam proses pindah kampus/tidak dropout/belum wisuda hingga Juli 2026)
- Berkomitmen mengikuti pelatihan intensif selama 4-5 bulan (Desember 2025 – Juli 2026)
- Tidak diperkenankan memiliki kegiatan lain selama program beasiswa berlangsung (Januari – Juli 2026)
- Tidak sedang aktif mengikuti program beasiswa lain di Dicoding
Persyaratan Teknis:
- Processor: Intel Core i3 atau AMD Ryzen 3 ke atas
- RAM: Minimal 4 GB (Full-Stack Web Developer dan Data Scientist), Minimal 8 GB untuk AI Engineer
- Code Editor: Visual Studio Code atau alternatif (NotePad++, Sublime Text, Atom, PyCharm)
- Melek teknologi informasi dengan kemampuan mengoperasikan komputer secara mandiri
- Memiliki pengalaman dasar pemrograman sesuai learning track yang dipilih
- Untuk AI Engineer dan Data Scientist: direkomendasikan telah lulus mata kuliah Matematika Dasar, Kalkulus, dan Statistika
⚠️ Penting: Timeline pendaftaran dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga penting untuk selalu cek email terdaftar. Untuk pertanyaan lebih lanjut, peserta dapat menghubungi email dbsfoundation@dicoding.com atau Instagram @dicoding.
Keunggulan Kids Coding Camp 2026 Dibanding Program Lain
Berdasarkan perbandingan dengan program coding anak lainnya di Indonesia seperti Koding Next, Digikidz, dan KodeKiddo, Kids Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation memiliki keunggulan signifikan yang membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk mempersiapkan anak di era AI.
Dukungan Pemerintah dan Industri
📢 Endorsement Resmi
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen secara resmi mendukung penuh program ini. Direktur SMK Arie Wibowo Khurniawan menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari penguatan pendidikan vokasi, dan kompetensi digital yang diajarkan merupakan bagian dari skill vokasional yang sangat dibutuhkan.
(Sumber: Direktorat SMK Kemendikdasmen, 2025)
Kolaborasi strategis antara DBS Foundation (salah satu bank terbesar di Asia) dan Dicoding Indonesia (platform edukasi teknologi terdepan) menciptakan program yang kredibel dan teruji. Program ini juga didukung oleh LLDikti Wilayah III yang menyebarluaskan informasi kepada perguruan tinggi di wilayahnya.
Keunggulan Kompetitif Kids Coding Camp 2026
1. 100% Gratis Tanpa Biaya Tersembunyi Berbeda dengan program komersial seperti Koding Next atau KodeKiddo yang berbayar, Kids Coding Camp 2026 sepenuhnya gratis untuk semua peserta.
2. Skala Nasional dengan Target 70.000 Peserta Jangkauan terbesar di Indonesia dibanding program coding anak lainnya.
3. Sertifikasi Industri yang Diakui Telah menghasilkan 10.295 sertifikasi industri hingga 2025 di bidang yang sangat dibutuhkan pasar.
4. Konversi SKS untuk Mahasiswa Program intensif setara Studi Independen dan berpotensi dikonversi ke SKS.
5. Pembelajaran Setara 946 Jam Intensitas pembelajaran jauh lebih tinggi dibanding kursus coding reguler.
6. Kombinasi Tech Skills dan Soft Skills Tidak hanya fokus coding, tapi juga komunikasi, kolaborasi, personal branding, dan literasi keuangan.
7. Capstone Project sebagai Portofolio Peserta memiliki project nyata untuk melamar pekerjaan.
8. Akses Online Fleksibel Dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa batasan geografis.
Track Record yang Terbukti
Berdasarkan data Direktorat SMK, program Coding Camp telah terbukti memberikan dampak signifikan. Hingga tahun 2025, program telah berhasil merangkul 6.094 murid SMK yang menunjukkan pencapaian luar biasa dengan meraih 10.295 sertifikasi industri di berbagai bidang yang sangat dibutuhkan.
CEO Dicoding Narenda Wicaksono menekankan bahwa program ini menargetkan untuk mencetak talenta digital yang dapat berpikir kreatif, kolaboratif, dan menjadi problem-solver agar relevan dengan kebutuhan industri. Pendekatan ini membedakan Kids Coding Camp dari sekadar kursus coding menjadi program pengembangan talenta komprehensif.
Skill yang Diperoleh dari Kids Coding Camp 2026
Berdasarkan kurikulum resmi Coding Camp 2026, peserta akan mendapatkan kombinasi keterampilan teknis dan non-teknis yang dirancang berbasis kebutuhan industri. Program ini mengacu pada standar pembelajaran yang telah teruji menghasilkan 10.295 sertifikasi industri.
Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Learning Path: AI Engineer
- Machine Learning Fundamentals: Supervised learning, unsupervised learning, dan teknik meningkatkan performa model
- Deep Learning: Klasifikasi gambar dan teks, time series, sistem rekomendasi, hingga Generative AI
- MLOps: Membangun dan mengelola sistem machine learning yang efisien dan skalabel
- Python untuk AI: Menguasai library populer yang menjadi landasan industri data science dan AI
- AI Ethics dan Best Practices: Memahami implikasi etis dan tanggung jawab dalam pengembangan AI
Learning Path: Data Scientist
- Data Analysis: Teknik analisis data menggunakan Python dan library populer
- Data Visualization: Membuat visualisasi data yang komunikatif dan insightful
- Predictive Modeling: Membangun model prediksi untuk pengambilan keputusan berbasis data
- Statistical Analysis: Fondasi statistika untuk interpretasi data yang akurat
- Big Data Processing: Mengelola dan menganalisis dataset berskala besar
Learning Path: Full-Stack Web Developer
- Front-End Development: HTML, CSS, JavaScript, dan framework modern untuk user interface yang responsif
- Back-End Development: Server-side programming, database management, dan API development
- DevOps Engineering: CI/CD pipeline, containerization, dan cloud deployment
- Clean Code Practices: Design patterns, clean architecture, dan best practices development
- Testing dan Quality Assurance: Unit testing, integration testing, dan TDD (Test-Driven Development)
Keterampilan Non-Teknis (Soft Skills)
Berdasarkan informasi Telkom University, selain penguasaan keterampilan teknis, Coding Camp 2026 membekali peserta dengan kompetensi pendukung yang esensial untuk lingkungan kerja profesional:
Soft Skills yang Dikembangkan:
- Komunikasi Efektif: Kemampuan menyampaikan ide teknis kepada berbagai stakeholder termasuk non-teknis
- Kolaborasi Tim: Bekerja dalam tim lintas fungsi dan mengelola konflik secara konstruktif
- Personal Branding: Membangun identitas profesional di era digital untuk meningkatkan daya saing karir
- Manajemen Proyek: Merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi proyek teknologi dengan metodologi Agile
- Problem Solving: Pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kompleks
- Critical Thinking: Menganalisis informasi secara objektif dan membuat keputusan berbasis data
- Literasi Keuangan: Memahami dasar pengelolaan keuangan personal dan profesional
- Adaptabilitas: Kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan lingkungan kerja
Portofolio dan Sertifikasi
Setiap peserta program intensif diwajibkan menyelesaikan Capstone Project atau Tugas Akhir berkelompok sebagai tahapan penyelesaian program. Project ini menjadi portofolio nyata yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan studi.
Berdasarkan data Direktorat SMK, program telah menghasilkan sertifikasi industri yang diakui di bidang back-end developer, devOps engineer, front-end web developer, machine learning engineer, dan full stack web developer. Sertifikasi ini meningkatkan daya saing peserta di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak di Era AI
Berdasarkan publikasi Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, penting bagi orang tua dan guru dalam membekali, mengawasi, dan mengevaluasi anak-anak dalam rangka menata sistem belajar dan menggunakan teknologi pendidikan secara bijak dan efektif. Peran orang tua menjadi krusial di era AI di mana teknologi semakin terintegrasi dalam pembelajaran.
Screening Minat dan Bakat Anak
Setiap orang tua perlu melakukan screening terhadap minat dan bakat yang dimiliki setiap anak. Setiap anak memiliki keistimewaan dan jika keterampilan kerja yang diinginkan diajarkan pada usia muda, anak-anak dapat terus mengembangkannya selama masa belajar mereka di sekolah. Salah satu keterampilan yang dapat diajarkan sejak dini adalah kontrol dan pemantauan terhadap pembelajaran mereka sendiri, yang dikenal dengan istilah pembelajaran mandiri.
Panduan Praktis untuk Orang Tua
1. Fasilitasi Akses Teknologi Pastikan anak memiliki perangkat yang memadai (laptop/komputer dengan spesifikasi minimum: Intel Core i3, RAM 4GB) dan koneksi internet stabil.
2. Ciptakan Lingkungan Belajar Kondusif Sediakan ruang khusus untuk belajar coding yang minim distraksi dan nyaman.
3. Bantu Manajemen Waktu Dampingi anak menyusun jadwal belajar yang seimbang antara program coding, sekolah, dan aktivitas lain.
4. Monitor Progres Pembelajaran Tanyakan perkembangan anak secara berkala tanpa memberikan tekanan berlebihan.
5. Edukasi tentang Penggunaan AI yang Bijak Ajarkan anak tentang batas dan etika AI, kapan menggunakan AI sebagai alat bantu dan kapan mengandalkan kemampuan sendiri.
6. Dorong Praktik Langsung Motivasi anak untuk mengerjakan project pribadi di luar kurikulum untuk memperkuat pemahaman.
7. Bergabung dengan Komunitas Fasilitasi anak untuk terhubung dengan komunitas coding dan developer untuk networking.
Menjaga Keseimbangan Digital
Penelitian dalam Jurnal EMPATI menunjukkan bahwa meskipun AI dapat memperkaya pengalaman belajar, juga membawa risiko ketergantungan dan mengurangi interaksi sosial. Orang tua perlu memastikan anak tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan emosional.
Prinsip Penggunaan Teknologi yang Sehat:
- Batasi screen time total termasuk untuk coding agar tidak melebihi rekomendasi kesehatan
- Pastikan anak tetap memiliki waktu untuk aktivitas fisik, interaksi sosial tatap muka, dan hobi non-digital
- Ajarkan digital wellness: postur tubuh yang benar, istirahat mata teratur, dan manajemen stress
- Diskusikan konten yang anak pelajari dan bantu mereka berpikir kritis tentang informasi online
- Jadilah role model dalam penggunaan teknologi yang bijak
Kolaborasi dengan Sekolah dan Mentor
Berdasarkan penelitian tentang AI dalam pendidikan, kolaborasi antara orang tua, guru, dan mentor program sangat penting. Orang tua dapat berkomunikasi dengan pembimbing program Coding Camp untuk memahami progres anak, area yang perlu ditingkatkan, dan cara mendukung pembelajaran di rumah.
Untuk program Coding Camp 2026, orang tua dapat menghubungi tim Dicoding melalui email dbsfoundation@dicoding.com untuk konsultasi atau pertanyaan terkait perkembangan anak. Komunikasi terbuka membantu menciptakan ekosistem pembelajaran yang optimal.
Baca Juga Dot Painting Anak Latih Fokus Efektif di 2026
FAQ: Kids Coding Camp 2026 Bikin Anak Siap Era AI
1. Apakah Kids Coding Camp 2026 benar-benar gratis?
Ya, berdasarkan informasi resmi dari DBS Foundation dan Dicoding, program Kids Coding Camp 2026 100% gratis tanpa biaya pendaftaran, pembelajaran, atau sertifikasi. Program ini didanai penuh oleh DBS Foundation sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengembangkan talenta digital Indonesia.
2. Siapa saja yang bisa mendaftar Kids Coding Camp 2026?
Program terbuka untuk pelajar SMA/SMK sederajat, mahasiswa dari semua jurusan, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia. Peserta harus berkomitmen mengikuti pelatihan intensif 4-5 bulan, tidak sedang mengikuti program beasiswa Dicoding lain, dan memiliki perangkat dengan spesifikasi minimum yang ditentukan.
3. Berapa lama durasi program Kids Coding Camp 2026?
Berdasarkan Telkom University, program memiliki dua skema: (1) Online self-paced learning untuk 70.000 peserta yang dapat diselesaikan secara fleksibel, dan (2) Program intensif untuk 2.400 peserta terpilih dengan durasi 4-5 bulan (Januari-April 2026 untuk SMK, Februari-Juli 2026 untuk mahasiswa) setara ±946 jam pembelajaran.
4. Apa saja learning path yang tersedia di Kids Coding Camp 2026?
Program menawarkan tiga learning path unggulan: (1) AI Engineer – fokus pada machine learning, deep learning, dan MLOps, (2) Data Scientist – analisis data, visualisasi, dan predictive modeling, dan (3) Full-Stack Web Developer – pengembangan web dari front-end hingga back-end. Setiap path dirancang berbasis kebutuhan industri.
5. Apakah ada jaminan kerja setelah lulus Kids Coding Camp 2026?
Program tidak menjamin penempatan kerja langsung, namun berdasarkan data Direktorat SMK, program telah menghasilkan 10.295 sertifikasi industri yang diakui di berbagai bidang. Peserta mendapatkan sertifikasi, Capstone Project sebagai portofolio, dan keterampilan yang sangat dibutuhkan pasar untuk meningkatkan daya saing kerja mereka.
6. Bagaimana sistem pembelajaran Kids Coding Camp 2026?
Pembelajaran dilakukan 100% online melalui platform Dicoding yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Program menggabungkan video pembelajaran, hands-on coding exercises, quiz, tugas proyek, dan Capstone Project akhir. Peserta program intensif mendapat bimbingan mentor dan evaluasi berkala untuk memastikan pemahaman optimal.
7. Apakah anak usia dini bisa ikut Kids Coding Camp 2026?
Program ini dirancang untuk pelajar SMA/SMK sederajat ke atas, mahasiswa, dan masyarakat umum. Untuk anak usia dini yang ingin belajar coding, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa coding telah masuk kurikulum 2025-2026 untuk SD (kelas 5-6) dengan pendekatan berpikir komputasional melalui permainan blok visual seperti Scratch.
Kesimpulan
Berdasarkan data terverifikasi dari berbagai sumber resmi, Kids Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation merupakan peluang emas bagi anak-anak Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi era AI. Dengan proyeksi ekonomi digital Indonesia mencapai USD 130-150 miliar pada 2026 dan kebutuhan 23 juta tenaga kerja digital untuk visi Indonesia Emas 2045, program ini hadir tepat waktu untuk menjawab tantangan masa depan.
🎯 Ringkasan Poin Penting
✅ 70.000 Kuota Gratis Program terbesar di Indonesia dengan pembelajaran online self-paced untuk semua peserta.
✅ 10.295 Sertifikasi Industri Track record terbukti menghasilkan talenta berkualitas hingga 2025.
✅ Tiga Learning Path AI Engineer, Data Scientist, dan Full-Stack Web Developer sesuai minat dan kebutuhan industri.
✅ ±946 Jam Pembelajaran Program intensif komprehensif untuk 2.400 peserta terpilih.
✅ Dukungan Pemerintah Didukung penuh oleh Direktorat SMK Kemendikdasmen dan LLDikti Wilayah III.
Program ini bukan sekadar kursus coding, tetapi ekosistem pembelajaran komprehensif yang menggabungkan technical skills dan soft skills. Dengan kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding Indonesia, serta dukungan pemerintah, Kids Coding Camp 2026 menjadi investasi terbaik untuk masa depan anak-anak Indonesia di era transformasi digital.
Langkah Selanjutnya
- Kunjungi www.dicoding.com/codingcamp/registration untuk informasi terbaru dan pendaftaran
- Hubungi email dbsfoundation@dicoding.com untuk pertanyaan lebih lanjut
- Follow Instagram @dicoding untuk update program dan tips belajar coding
- Diskusikan dengan anak tentang learning path yang sesuai minat mereka
- Persiapkan perangkat dan koneksi internet yang memadai
💡 Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Di era di mana coding dan AI resmi masuk kurikulum pendidikan nasional mulai 2025-2026, Kids Coding Camp 2026 memberikan anak-anak Indonesia keunggulan kompetitif untuk menjadi bagian dari 23 juta tenaga kerja digital yang dibutuhkan Indonesia menuju 2045. Masa depan digital dimulai dari keputusan hari ini.
Tim Creative Kids World adalah tim editor dan peneliti yang berfokus pada pendidikan anak di era digital. Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam mengkurasi konten pendidikan teknologi untuk anak-anak Indonesia, kami berkomitmen menyediakan informasi akurat dan terverifikasi untuk membantu orang tua dan pendidik mempersiapkan generasi masa depan.
Artikel ini menggunakan data terverifikasi dari sumber resmi pemerintah (Direktorat SMK Kemendikdasmen, LLDikti Wilayah III), institusi pendidikan (Dicoding, Telkom University), media kredibel (Kompas.id, Republika.co.id), dan jurnal akademik terakreditasi. Semua klaim didukung oleh sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Referensi
- Direktorat SMK Kemendikdasmen. (2025). “Perkuat Talenta Digital, Direktorat SMK Dukung Penuh Coding Camp 2026 untuk Siswa dan Guru SMK“.
- DBS Foundation & Dicoding. (2026). “Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation – Official Website“.
- Kompas.id. (2025). “Examining Indonesia’s Digital Economy Landscape in 2025 and Its Prospects in 2026”. ProSpace Research Institute.
- Telkom University BPA. (2025). “Coding Camp 2026 DBS Foundation untuk Mahasiswa Telkom University“.
- LLDikti Wilayah III. (2025). “Pemberitahuan Tawaran Program Coding Camp 2026 Powered by DBS Foundation“.
- Sinaga, N.E., Dealova, M.M., & Nediva, V. (2025). “Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Pendidikan Anak Usia Sekolah: Tinjauan Literatur”. Jurnal EMPATI, 13(6), 528-542. Universitas Diponegoro.
- Melintas.id. (2025). “Digitalisasi Pendidikan: Resmi Coding dan AI (Artificial intelligence) Masuk dalam Kurikulum 2025-2026”.
- Fauziddin, M., & Agustin, M. (2024). “Symantic Literature Review: Manfaat Artificial Intelligence (AI) pada Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia”. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 1475-1488.
- Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen. (2022). “Peranan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Pendidikan”.
- Republika.co.id. (2026). “Transformasi Digital Indonesia Masuk Fase Eksekusi pada 2026”. Terralogiq Chief Technology Officer Farry Argoebie.
- Indonesia.go.id. (2024). “Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia, Strategi Menuju 2030”. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
- INDBeasiswa.com. (2026). “Pelatihan Coding Camp Gratis DBS Foundation 2026 untuk Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum“.
- Artificial Intelligence Center Indonesia. (2025). “AI dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Menciptakan Generasi Cerdas“.
- Universitas Airlangga FTMM. (2024). “Peran Artificial Intelligence dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia dengan Efektif dan Efisien”. Joshua Giovanni Mulyanto.
- Rizki, L.M., Wulandary, V., & Reddy, V.S.V. (2025). “The Impact of AI on the Future of Education in Indonesia”. Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia.



